ICCLR Gelar 3R #58: Peran Self-Explanation Prompts pada Pembelajaran Multiple Representations
ICCLR Gelar 3R #58: Peran Self-Explanation Prompts pada Pembelajaran Multiple Representations
Indonesian Center for Cognitive Load Research (ICCLR) kembali mewadahi semangat diskursus akademik melalui program rutin "Read, Review, Research" (3R) yang kini telah memasuki seri ke-58. Mengambil tempat secara virtual melalui platform Zoom Meeting, acara yang diselenggarakan pada Sabtu (03/10/2026) pagi ini berlangsung interaktif dan dihadiri oleh para pegiat pendidikan.
Pada seri ke-58 ini, fokus telaah diarahkan pada pentingnya desain instruksional metakognitif. Secara khusus, forum ini membedah jurnal internasional bereputasi yang mengkaji secara komparatif efektivitas pemberian assisting prompts dibandingkan dengan open prompts dalam konteks representasi jamak. Artikel yang menjadi bahan telaah utama tersebut adalah:
"Assisting self-explanation prompts are more effective than open prompts when learning with multiple representations"

Diskusi akademik yang mendalam ini dipandu secara apik oleh Pratama Wahyu Purnama selaku moderator. Guna mengupas tajam persoalan efisiensi belajar melalui perspektif Cognitive Load Theory, kegiatan ini menghadirkan ulasan komprehensif dari Endah Retnowati, Ph.D. selaku Chief Scientist of Indonesia CL Research, yang berkolaborasi dengan narasumber Darojatun Fikri.
Dalam paparannya, pemateri membedah bagaimana pemberian dorongan penjelasan mandiri (self-explanation prompts) yang terstruktur jauh lebih efektif mengarahkan pemahaman konseptual pembelajar dibandingkan dorongan yang bersifat terbuka. Hal ini menjadi kunci penting bagi para pendidik ketika merancang bahan ajar berbasis representasi berganda agar tidak membebani memori kerja (working memory) siswa secara berlebihan.
Forum 3R ini rutin diselenggarakan secara gratis tanpa dipungut biaya sebagai bentuk komitmen ICCLR dalam memajukan literasi sains pembelajaran. Melalui kegiatan diseminasi dan bedah literatur ini, ICCLR konsisten menjembatani kesenjangan antara teori dan temuan riset mutakhir dengan praktik pengajaran nyata di kelas.