ICCLR Gelar 3R #52: Efektivitas Instruksi Self-Explanation Maju vs Mundur pada Video Pemodelan

Read Review Research

ICCLR Gelar 3R #52: Efektivitas Instruksi Self-Explanation Maju vs Mundur pada Video Pemodelan

Oleh Tim Humas ICCLR | Yogyakarta, 21 April 2026

Pusat Unggulan IPTEKS Indonesian Center for Cognitive Load Research (ICCLR) kembali mewadahi eksplorasi keilmuan melalui seri diskusi "Read, Review, Research" (3R). Pada edisi ke-52 ini, kegiatan dilangsungkan secara virtual melalui Zoom Meeting pada Sabtu (18/4/2026) pagi, dan sukses menarik perhatian para akademisi, mahasiswa, serta praktisi pendidikan yang tertarik pada inovasi desain instruksional.

Sorotan utama pada sesi kali ini adalah strategi kognitif dalam mempelajari keahlian diagnostik melalui media video (video-based modelling examples). Tim ICCLR secara komprehensif mengupas sebuah artikel mutakhir yang meneliti arah instruksi penjelasan mandiri (self-explanation)—apakah lebih efektif dijelaskan secara maju (forwards) atau mundur (backwards). Artikel yang ditelaah tersebut adalah:

"Better self-explaining backwards or forwards? Prompting self-explanation in video-based modelling examples for learning a diagnostic strategy"

Penulis: Meier, J., Hesse, P., Abele, S., Renkl, A., & Glogger-Frey, I. (2024)

 Baca Artikel Asli (DOI)

Tangkapan layar YouTube kegiatan 3R Seri 52

Tangkapan layar suasana pemaparan materi dan diskusi keilmuan secara virtual dalam kegiatan 3R Seri #52.

Sesi telaah jurnal ini dipandu dengan lugas oleh Nindy Fadlila selaku moderator. Untuk membedah aspek metodologi dan signifikansi temuan riset ini terhadap Cognitive Load Theory, hadir dua narasumber yang sangat kompeten, yaitu Chief Scientist of ICCLR, Endah Retnowati, Ph.D., bersama dengan Juyus Muhammad Asidiqi.

Dalam forum tersebut, para narasumber mengelaborasi secara kritis bagaimana arah pemberian prompt atau instruksi dalam video pemodelan dapat memengaruhi beban memori kerja siswa. Diskusi ini membuka wawasan baru mengenai pentingnya menyusun langkah-langkah diagnostik yang tepat agar proses belajar siswa menjadi terstruktur tanpa menimbulkan kelebihan beban kognitif (cognitive overload).

Melalui forum 3R yang rutin digelar tanpa pungutan biaya, ICCLR terus membuktikan peran aktifnya dalam mendorong literasi sains instruksional di Indonesia. Ke depannya, ICCLR berharap hasil kajian dari artikel-artikel berkelas dunia ini dapat menginspirasi para pendidik dalam menyusun media pembelajaran yang lebih efektif dan ramah kognisi.