ICCLR Gelar 3R #56: Membedah Paradoks Motivasi "Performance-Avoidance Goal" dalam Pembelajaran
ICCLR Gelar 3R #56: Membedah Paradoks Motivasi "Performance-Avoidance Goal" dalam Pembelajaran
Konsisten mengawal diskursus akademik di bidang sains instruksional dan psikologi pendidikan, Indonesian Center for Cognitive Load Research (ICCLR) kembali menggelar program "Read, Review, Research" (3R) Seri ke-56. Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting pada Sabtu (27/6/2026) pagi ini diikuti dengan antusias oleh mahasiswa dan dosen.
Pada seri ke-56 ini, topik yang diangkat menyoroti sisi psikologis dari motivasi belajar dan pencapaian tujuan. Tim ICCLR secara komprehensif membedah sebuah artikel jurnal internasional yang membahas paradoks ketika tujuan yang niatnya baik justru memberikan dampak buruk pada performa. Artikel yang menjadi bahan telaah utama tersebut adalah:
"When Pursuing Bad Goals for Good Reasons Makes It Even Worse: A Social Value Approach to Performance-Avoidance Goal Pursuit"

Sesi diskusi yang mendalam ini dipandu oleh Nindy Fadlila, M.Pd. selaku moderator. Untuk mengupas tuntas perspektif nilai sosial (social value) yang diangkat dalam artikel, ICCLR menghadirkan dua narasumber ahli, yakni Chief Scientist of ICCLR, Endah Retnowati, Ph.D., bersama dengan Ika Purnamasari, S.Pd.
Dalam paparannya, kedua narasumber mengelaborasi fenomena performance-avoidance goal—yakni situasi di mana siswa belajar bukan untuk menguasai materi, melainkan semata-mata untuk menghindari kegagalan atau rasa malu di depan orang lain. Diskusi ini membuka wawasan krusial bagi para pendidik tentang bagaimana tekanan sosial dapat membebani proses kognitif siswa dan justru menurunkan efektivitas pembelajaran itu sendiri.
Diadakan secara gratis dan terbuka untuk umum, forum 3R ke-56 ini kembali menegaskan dedikasi ICCLR sebagai Pusat Unggulan IPTEKS. Melalui kajian literatur yang berkelanjutan, ICCLR terus menjembatani riset-riset mutakhir kelas dunia agar dapat diimplementasikan secara praktis demi mewujudkan kualitas pendidikan yang lebih transformatif.