YOGYAKARTA – Mengawali tahun 2026, Indonesian Center for Cognitive Load Research (ICCLR) secara resmi memperkenalkan identitas visual baru yang lebih modern dan berorientasi global. Langkah rebranding ini merupakan tonggak penting dalam transformasi ICCLR dari inisiasi riset lokal menjadi pusat unggulan (center of excellence) yang siap bersinergi lebih luas di panggung internasional.
Logo lama (Versi 1.0) dengan simbol lampu pijar dan otak telah menjadi fondasi yang kuat sejak tahun 2022 dalam mengejawantahkan eksplorasi mendalam atas arsitektur kognitif manusia serta efisiensi pemrosesan informasi dalam pembelajaran. Simbol ini merupakan representasi murni dari identitas inti ICCLR yang mendedikasikan seluruh temuan ilmiahnya pada mekanisme bagaimana otak manusia bekerja.
Namun, seiring dengan perluasan peran ICCLR sebagai penghubung peneliti internasional di bidang Learning Sciences, diperlukan identitas yang lebih adaptif dan visioner. Evolusi visual ini menandakan bahwa ICCLR kini tidak hanya menyelami kedalaman fungsi kognitif secara internal, tetapi juga membuka cakrawala kolaborasi interdisipliner yang lebih inklusif.
"Identitas visual baru ini bukan sekadar perubahan simbol, melainkan sebuah penegasan komitmen ICCLR dalam membangun ekosistem riset yang kolaboratif dan berdampak bagi pendidikan global."
Filosofi di Balik Inovasi
Logo baru ICCLR (Versi 2.0) mengintegrasikan dua motif utama yang mencerminkan karakter pusat riset saat ini:
Scientific Inquiry
Dilambangkan melalui motif kaca pembesar, merepresentasikan semangat analisis mendalam dan pencarian bukti ilmiah yang kritis.
Global Synergy
Motif jabat tangan di dalam huruf 'C' melambangkan sinergi, koneksi, dan kolaborasi internasional antar peneliti lintas negara.
Perubahan ini menegaskan bahwa meskipun identitas visual berevolusi, misi utama ICCLR tetap tak tergoyahkan: Memajukan ilmu pengetahuan berbasis Cognitive Load Theory untuk kualitas pendidikan yang lebih baik di masa depan.
.png)