ICCLR Hadirkan Pakar The University of Sydney: Kupas Tuntas Desain Instruksional dan Eksperimen Pendidikan

Kuliah Umum

ICCLR Hadirkan Pakar The University of Sydney: Kupas Tuntas Desain Instruksional dan Eksperimen Pendidikan

Oleh Tim Humas ICCLR | Yogyakarta, 5 Agustus 2026

YOGYAKARTA – Indonesian Center for Cognitive Load Research (ICCLR) sukses menyelenggarakan kegiatan Guest Lecturer bersama pakar pendidikan dari The University of Sydney, Assoc. Prof. Paul Ginns, Ph.D. Mengusung topik utama "Instructional Design and Research on Cognitive Load Theory”, kegiatan akademik ini berlangsung antusias di Meeting Room 2, Gedung Magister dan Doktoral Lantai 4 FMIPA UNY pada Selasa (4/8/2026).

Acara ini dihadiri oleh jajaran dosen serta mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3 Pendidikan Matematika. Rangkaian kegiatan dirancang secara komprehensif dan dibagi menjadi dua sesi perkuliahan. Sesi perdana yang berlangsung pada pukul 09.00–12.00 WIB mengupas tema "An Introduction to Cognitive Load Theory and Load Reduction Instruction". Selanjutnya, kegiatan disambung dengan sesi kedua pada pukul 13.00–14.30 WIB yang memfokuskan pembahasan metodologis pada "Educational Research Using Experiments".

Suasana Sesi 1 Kuliah Umum bersama Assoc. Prof. Paul Ginns

Suasana Sesi 2 Kuliah Umum bersama Assoc. Prof. Paul Ginns

Antusiasme peserta kuliah umum ICCLR saat mengikuti pemaparan materi dari Assoc. Prof. Paul Ginns, Ph.D. di FMIPA UNY.

Pada sesi pertama, Paul Ginns membedah secara mendalam arsitektur kognitif manusia (human cognitive architecture), khususnya menyoroti hubungan krusial antara memori jangka panjang (long-term memory) sebagai pusat skema pengetahuan, dan memori kerja (working memory) yang kapasitasnya sangat terbatas.

Guna mendemonstrasikan keterbatasan memori kerja tersebut, audiens diajak berpartisipasi dalam kuis interaktif berupa tes rentang angka (digit span task). Peserta ditantang untuk menyimak dan menyebutkan kembali deretan angka yang diucapkan oleh pemateri. Pada tahap awal, audiens dapat menirukannya dengan mudah. Namun, seiring bertambahnya rentang jumlah angka yang disebutkan, banyak peserta yang mulai kesulitan untuk mengingatnya secara tepat.

Beranjak dari pemahaman arsitektur kognitif tersebut, beliau merumuskan sejumlah strategi kunci (key strategies) bagi pendidik untuk mengoptimalkan desain instruksional. Strategi tersebut meliputi:

  • Menyesuaikan pelajaran dengan tingkat pengetahuan dan keterampilan awal yang dimiliki siswa.
  • Menggunakan worked examples (contoh soal terselesaikan) untuk mengajarkan materi atau keterampilan baru.
  • Secara bertahap meningkatkan porsi pemecahan masalah mandiri seiring bertambahnya kemahiran siswa.
  • Menghilangkan informasi yang tidak esensial (inessential information) agar siswa tidak terdistraksi.
  • Menyajikan semua informasi penting secara terintegrasi dan menggunakan panduan visual (attention-guiding signals).
  • Mengingat bahwa informasi pendengaran (auditory information) bersifat sementara atau transien, sehingga perlu disampaikan perlahan.

Seluruh prinsip ini bermuara pada pendekatan Load Reduction Instruction (LRI). Kerangka LRI terdiri dari lima elemen berkesinambungan yang memadukan instruksi eksplisit dan kemandirian belajar, yaitu: Difficulty Reduction (pengurangan kesulitan), Support and Scaffolding (dukungan terstruktur), Practice (praktik berkelanjutan), Feedback-Feedforward (umpan balik berorientasi perbaikan), dan Independence (kemandirian).

Memasuki sesi kedua di siang hari, fokus perkuliahan beralih pada penerapan eksperimen dalam penelitian pendidikan. Paul Ginns menegaskan bahwa penelitian berbasis ilmiah (scientifically based research) yang kredibel harus dibangun atas dasar pengembangan rangkaian penalaran yang logis dan berbasis bukti.

Lebih lanjut, beliau menjabarkan bahwa validitas riset menuntut penggunaan metode yang benar-benar sesuai dengan rumusan pertanyaan yang diajukan. Hal ini harus didukung dengan pemilihan desain dan instrumen eksperimental yang memadai guna menghasilkan temuan yang andal sekaligus dapat digeneralisasikan (generalizable). Pada akhirnya, pengumpulan data empiris dan analisis statistik yang kuat menjadi syarat mutlak untuk mendasari serta mendukung setiap temuan yang dihasilkan dari eksperimen tersebut.

Kehadiran pakar internasional melalui program Guest Lecturer ini mempertegas komitmen ICCLR dalam mewadahi diskursus akademik dan diseminasi keilmuan berstandar global. Melalui integrasi antara pemahaman arsitektur kognitif yang tajam dan metodologi riset yang presisi, para akademisi serta mahasiswa diharapkan mampu melahirkan karya-karya penelitian pendidikan yang lebih matang, berdampak luas, dan siap diimplementasikan secara nyata untuk memajukan pendidikan di Indonesia.